Langkah pertama dan kartu pembuka
Berbagai tradisi menentukan pembuka berbeda: beberapa meminta pemegang balak enam-enam memainkannya lebih dulu, yang lain memilih pemain dengan kartu terberat. Kartu pembuka diletakkan di tengah meja menjadi awal rantai. Setelah itu permainan berjalan searah, biasanya berlawanan arah jarum jam. Mengetahui tradisi pembuka yang dipakai kelompok adalah bagian dari etika bermain.
Mencocokkan ujung rantai
Pemain berikutnya harus meletakkan kartu yang salah satu sisinya sama dengan angka di salah satu ujung rantai. Kartu ditempelkan sehingga angka yang sama bersentuhan, memanjangkan rantai ke kiri atau kanan. Kartu balak biasanya diletakkan melintang sebagai penanda visual. Bila tidak punya kartu yang cocok, pemain giliran dilewati atau mengambil dari tumpukan sesuai varian.
Gop, menghabiskan kartu, dan penalti
Pemain yang berhasil meletakkan kartu terakhirnya meneriakkan gop atau gaple dan langsung memenangkan ronde. Di banyak tradisi, kartu terakhir berupa balak memberi kemenangan bernilai lebih. Pemain lain kemudian menghitung sisa titik kartunya sebagai penalti yang dicatat. Akumulasi penalti sepanjang beberapa ronde menentukan peringkat akhir.
Permainan terkunci
Ronde disebut mati atau terkunci bila tidak ada pemain yang bisa mencocokkan kartu di kedua ujung rantai. Saat itu setiap pemain menghitung titik sisa kartunya dan pemilik titik tersedikit menang ronde. Kondisi terkunci sering terjadi bila satu angka tertentu seluruhnya tertahan di tumpukan atau tangan pemain. Strategi lanjutan gaple banyak bermain dengan memaksa kondisi ini.
Artikel terkait
- Kartu dan aturan dasar gaple
- Strategi dasar gaple untuk pemain pemula
- Gaple dalam keseharian masyarakat Indonesia